December 1, 2021

Website UA MJ

Website Gaya Hidup dan Informasi UA MJ

Pencuri Tanam GPS dalam Mobil Target, Tukang Kunci bisa Kloning Chip

4 min read

Pelaku pencurian mobil makin pintar seiring kecanggihan peralatan pada mobil itu sendiri. Modus yang digunakan yakni menempelkan GPS pada kendaraan yang diincar. Ketika berada di posisi yang tepat, pencuri atau pemetik segera beraksi curi mobil tersebut saat pemilik lengah. Dan si pemetik pun sudah punya jaringan, penadah dan "pemesan" di daerah lain. "Sebenarnya ada banyak. Demak dan Kudus itu juga ada penadahnya. Tapi yang di Wonosobo, jaringan lebih kuat dan terorganisir," kata Tarno yang juga pengusaha rental.

Dia menuturkan, kendaraan rental miliknya pernah dijual atau dilarikan oleh penyewa. Bersyukur kendaraan itu berhasil ditemukan dalam kondisi utuh. Hasil mobil curian ada dua pilihan, dijual glondongan utuh atau dikampak (kanibal per bagian). "Cari saja mobil bodong (tanpa surat) di Facebook banyak. Biasanya yang cari mobil bodong memang digunakan untuk transportasi di desa, maupun kendaraan balap atau kontes. Polisi tidak mungkin cek kelengkapan suratnya," kata Tarno. Dikatakannya, saat mobil miliknya dilarikan oleh penyewa, berhasil dideteksi lokasi menggunakan GPS yang terpasang di kendaraan tersebut. Dia bersyukur GPS masih berfungsi. Sebab pencuri zaman sekarang punya alat untuk merusak GPS yang terpasang.

"Gampang. Tidak ada 30 menit sinyal GPS sudah hilang. Tapi biasanya mobil dibawa ke daerah lereng gunung dulu. Kalau yang dekat sini di lereng gunung Telomoyo pasti sinyal GPS hilang. Nanti tinggal komplotan mereka bongkar sebentar selesai," terangnya. Maka sebaiknya pembeli mobil bekas/seken lebih jeli dan teliti mencermati kendaraannya sebelum transaksi. Jangan sampai ada GPS yang tertanam di dalam mobil tanpa sepengetahuannya. Sehingga orang lain bisa mendeteksi lokasi di mana mobil tersebut berada. Mobil modern memang sudah ada keyless dan immobilizer bawaan dari pabriknya. Dan hanya pemilik saja pemegang kendalinya. Sales & Marketing Nasmoco Pemuda Semarang, Didik Nalogo, menjelaskan mobil Toyota keluaran terbaru sudah menggunakan teknologi immobilizer dan keyless. Tujuannya untuk menjaga mobil tetap aman dari tangan pencuri.

"Sedangkan untuk mobil Lexus dan Toyota CHR ada fitur namanya intracen sensor atau sensor gerak. Jadi ketika ada gerakan di dalam mobil tapi kuncinya tidak di dekat situ, maka sensor akan mengirimkan sinyal peringatan berupa alarm," jelasnya. Menurut Didik, fitur immobilizer adalah sebuah sistem anti maling yang dapat bekerja, yaitu mencegah mesin hidup karena kunci kontak tidak sesuai. Bahkan ketika pattern kunci itu sendiri sama pun mesin tetap tidak hidup. Sistem ini bekerja dengan memanfaatkan variasi gelombang radio sebagai identitas kunci pada mobil. "Dengan adanya sistem ini, maka hanya ada satu kunci kontak saja yang bisa digunakan untuk menyalakan mesin. Meskipun lubang ignition key dapat dimasuki oleh semua kunci," terangnya.

Teknologi keyless pada mobil yang terintegrasi dengan immobilizer juga masih ada titik lemahnya. Yaitu ketika kunci asli dikloning kodenya oleh ahli kunci yang tidak bertanggung jawab. "Di dalam kunci keyless itu kan ada kodenya. Tiap kunci memancarkan gelombang radio yang berbeda. Itu bisa dikloning karena ada alatnya. Ahli kunci pun bisa. Maka mereka punya regulasi atau kode etik sendiri supaya tidak disalahgunakan. Kecuali jika ada oknum yang bekerjasama dengan sindikat pencurian mobil," tuturnya. Ketika kunci keyless dikloning, itu akan ada pemberitahuan dari pihak ketiga. Hanya pihak kepolisian yang bisa mengetahui kunci tersebut sudah dikloning atau belum.

"Kode di dalam kunci ini sudah terdaftar. Kalau misal dikloning, maka akan ada pemberitahuan. Jadi kalau ada kasus seperti itu, hanya pihak kepolisian yang tahu," tambahnya. Kunci keyless yang menggunakan pancaran gelombang radio, ternyata juga bisa terganggu dengan gelombang radio lain. Didik mencontohkan mobil dengan keyless yang diparkir di jalan MT Haryono Semarang, kadang tiba tiba tidak berfungsi. "Itu karena di sekitarnya terdapat gelombang radio yang bertabrakan. Sehingga sinyal penerima di mobil tidak bisa menangkapnya. Alhasil, ketika ingin menghidupkan mesin, kunci harus ditempelkan pada tombol start/stop engine," tuturnya.

Saat ini Toyota sedang kembangkan teknologi mobil yang bisa terintegrasi dengan ponsel pemilik. Sehingga, segala hal yang berkaitan dengan mobil bisa diketahui oleh pemilik hanya melalui sebuah aplikasi. "Mulai dari kondisi mesin, kelistrikan, jadwal servis, hingga kejanggalan di mobil bisa diketahui melalui aplikasi itu. Tapi belum tahu akan diterapkan kapan," ujarnya. Sonny Sasongko, seorang tukang kunci bisa menduplikat kunci kendaraan dengan sistem immobilizer maupun keyless entry. Rata rata pelanggan datang sendiri ke kiosnya untuk dibuatkan kunci duplikat. Dia mengaku sangat hati hati dan selektif terima orderan. Untuk mengantisipasi hal hal tak diinginkan, Sony selalu menanyakan STNK maupun BPKB mobil pelanggannya.

"Saya selalu minta menunjukkan STNK dan BPKB mobil pelanggan saya. Tapi kalau mereka menduplikat tujuannya untuk apa, ya susah untuk dideteksi," kata dia. Hampir semua pelanggan yang datang minta duplikat kunci adalah pemilik mobil. "Rata rata yang datang ke sini pemilik mobil," ujarnya, Minggu (7/11/2021).

Menurutnya, cara menggandakan kunci dengan sistem immobilizer cukup mudah. Dirinya tidak perlu mengganti seluruh perangkat keamanan yang ada di dalam mobil. "Sistem kunci immobilizer telah ada di mobil tahun 2000 an. Selain gandakan anak kunci, juga bisa melakukan kloning program sistem keamanan dari chip yang ada di kunci lama ke kunci baru," kata Sonny. Dikatakannya, sistem kloning yang dilakukan yakni menyalin data sistem dari chip kunci lama ke kunci baru. Rata rata data sistem keamanan yang bisa dikloning adalah mobil pabrikan Jepang.

"Yang sering berhasil mobil berlogo H. Karena chipnya di kunci baru cocok di mobil berlambang H ini. Kalau mobil H sering berhasilnya," tuturnya. Tarif Jasa yang dikenakan kepada pelanggan untuk menduplikat maupun mengkloning kunci mobil beragam. Harga mengkloning sistem keamanan dan menduplikat kunci tanpa remote dikenakan Rp 700 ribu. "Kuncinya sudah ada chip tapi tanpa remote. Untuk mendapatkan kunci ini cukup mudah. Karena sudah ada agennya khusus yang jual kunci," ujar dia. Tidak hanya mobil dengan sistem immobilizer yang bisa diduplikat. Dirinya mampu mengkloning mobil dengan sistem keamanan keylees entry.

"Tapi semua tergantung alatnya. Alatnya namanya x tolls. Yang saat ini saya bisa kloning keylees entry mobil berlogo T, maupun H, M," ujar dia. Sonny mengakui mobil paling susah dikloning adalah mobil produk Eropa. Sistem keamanannya dianggap sangat rumit. Menurut dia, mengkloning program keamanan mobil lebih murah dibandingkan harus mengganti seluruh sistem keamanan mobil di dealer resmi. Harga yang dikenakan terpaut banyak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.